Kekuatan Persatuan Umat

Bagikan Keteman :


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah mengikat hati kaum mukminin dalam satu tali keimanan.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — sang pemersatu umat, yang mempersaudarakan Aus dan Khazraj hingga menjadi satu hati di bawah kalimat La ilaha illallah.


🌿 Umat Islam Diperintahkan untuk Bersatu

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama persaudaraan dan persatuan.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Ayat ini tegas memerintahkan kita untuk bersatu di atas akidah, bukan tercerai karena perbedaan dunia.
Persatuan adalah sumber kekuatan, sedangkan perpecahan adalah awal kehancuran.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, umat Islam ibarat sebuah bangunan besar.
Jika satu bagian rapuh, yang lain harus menopang.
Jika satu bagian sakit, seluruh tubuh ikut merasakan.


💪 Persatuan Adalah Kekuatan, Perpecahan Adalah Kelemahan

Ustadz dan jamaah yang dirahmati Allah,
Tidak ada bangsa yang maju tanpa persatuan.
Tidak ada umat yang kuat bila masih sibuk saling menjatuhkan.

Lihatlah sejarah Islam:
Ketika kaum Muslim bersatu di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ dan para sahabat, Islam berjaya — bukan karena jumlah yang banyak, tapi karena hati yang bersatu.

Namun ketika umat terpecah oleh hawa nafsu dan kepentingan kelompok, kehancuran datang dengan cepat.

Allah mengingatkan dalam QS. Al-Anfal ayat 46:

“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.”

Perpecahan bukan hanya melemahkan, tapi menghapus keberkahan dan mengundang musuh untuk menguasai.


🕊️ Persatuan dalam Keberagaman

Hadirin yang berbahagia,
Persatuan bukan berarti semua harus sama — tetapi mampu hidup rukun di tengah perbedaan.

Kita boleh berbeda pendapat, berbeda mazhab, berbeda latar belakang — tapi tidak boleh berbeda dalam tujuan:
semua ingin mencari ridha Allah dan membangun masyarakat damai.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.”
(HR. al-Baihaqi)

Yang dilarang bukan perbedaan, tapi permusuhan karena perbedaan.
Maka bijaklah kita menjaga hati, agar perbedaan tidak berubah menjadi kebencian.


⚖️ Peran Da’i dan Tokoh Masyarakat dalam Membangun Persatuan

Dalam konteks Kamtibmas, peran ulama, tokoh masyarakat, dan aparat sangat besar untuk menjaga persatuan.
Mereka harus menjadi jembatan, bukan tembok pemisah.

Beberapa langkah penting untuk menjaga persatuan umat di masyarakat:

  1. Bangun komunikasi yang baik antar kelompok.
    Jangan mudah percaya isu atau fitnah yang memecah belah.
  2. Tingkatkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
    Kita semua bersaudara dalam iman, dan juga sebangsa setanah air.
  3. Jaga lisan dan media sosial.
    Satu kata bisa menyatukan, tapi satu unggahan bisa memecah belah.
    Gunakan media untuk menyebar dakwah, bukan kebencian.
  4. Kuatkan kegiatan keagamaan dan sosial bersama.
    Shalat berjamaah, gotong royong, dan kegiatan sosial akan mempererat hati umat.

🌺 Persatuan Kunci Keamanan dan Kedamaian

Umat yang bersatu akan mudah menjaga keamanan lingkungannya.
Sebaliknya, jika umat saling curiga dan bermusuhan, maka keamanan mudah terganggu.

Itulah sebabnya Da’i Kamtibmas hadir untuk memperkuat jalinan ukhuwah antara masyarakat, aparat, dan tokoh agama — agar keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab bersama umat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah semangat yang harus kita hidupkan:
saling menjaga, saling menolong, dan saling melindungi.


🌄 Penutup: Bersatu, Kita Kuat

Hadirin yang dirahmati Allah,
Persatuan bukan hanya slogan — tetapi perjuangan hati.
Setiap dari kita punya peran untuk menjaga ukhuwah.
Jika kita bersatu, kita akan kuat menghadapi fitnah zaman;
tapi jika kita bercerai, kita akan mudah dihancurkan oleh kebencian.

Mari kita jadikan masjid, majelis taklim, dan forum masyarakat sebagai tempat mempererat persaudaraan, bukan menambah perbedaan.
Karena sesungguhnya:

🌿 “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

Semoga Allah ﷻ meneguhkan hati kita dalam persaudaraan,
menyatukan langkah umat Islam di Gresik,
dan menjadikan negeri ini aman, tenteram, serta diberkahi oleh-Nya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


By: Andik Irawan

Related posts

Leave a Comment